Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

SOSIALISASI SERTIFIKASI INDUSTRI

Oleh : gadnirep | 15 Agustus 2017 | Dibaca : 140 Pengunjung

Pasar bebas salah satunya ditandai dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ini berdampak pada persaingan yang cukup ketat. Terutama di sektor industri yang merupakan penunjang perekonomian di Denpasar. Maka itu pemerintah Denpasar fokus menggarap industri kreatif dengan memamfaatkan teknologi informasi.

     Untuk itu, tenaga kerja dan produk yang dihasilkan harus memiliki sertifikasi kompetensi. Itu bertujuan agar tidak tersisih dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari Negara lainnya. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang di damping  Kabid Industri KAS, IA Dewi Citrawati, SE, M.Si, Rabu saat Pelatihan sertifikasi profesi Industri Kota Denpasar di Denpasar Design Centre (DDC).

     Menurut Wayan Gatra, Pencanangan Denpasar sebagai Kota kompeten merupakan kebijakan yang sangat tepat dalam menyiapkan SDM pekerja dalam menghadapi tantangan dan daya saing ekonomi. Terutama dalam menghadapi MEA dan dalam menyonsong World Tourism Organisation (WTO) tahun 2020. Maka sangat diharapkan pelaku IKM berupaya aktif ikut berpatisipasi dalam menghubungkan kompetensi kerja beserta turunan-turunannya dalam dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat.

     Kompetensi profesi merupakan langkah meningkatkan kualitas dan kemampuan serta profesionalisme SDM industri di mana tenaga kerja dapat menerapkan prinsip-prinsip, nilai-nilai, serta mencapai standard kinerja dan target yang telah ditetapkan perusahan. Karena itulah pentingnya peningkatan dan penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap prilaku yang diwujudkan dalam standar kompetensi  serta memberikan kesempatan tumbuhnya sistem ekonomi yang memiliki daya saing katanya.

      Sertifikasi profesi merupakan sarana strategis dalam perekonomian Denpasar yang lebih banyak ditunjang sektor perdagangan dan perindustrian . khususnya sektor industri yang lebih besar memberikan kontribusi adalah industri pariwisata/jasa. Kemudian diikuti sektor industri kecil dan menengah (IKM).

      Selama ini perkembangan IKM mengalami peningkatan rata-rata o,2 persen setiap tahunnya. Pertumbuhan tersebut akan berdampak pada pertumbuhan penyerapan tenaga kerja.

      Begitu pentingnya sertifikat kompeten bagi tenaga kerja dan produksi yang dihasilkan sehingga mampu bersaing sampai tingkat internasional. Kami berharap, dalam sosialisasi ini menyadarkan semua tenaga kerja yang terlibat dalam industri kecil dan menengah mau mengikutinya. Kami targetkan dalam tahun 2017 ini ada 1000 orang akan mengantongi sertifikat kompeten, tegasnya.

      Sementara itu, Dewi Citrawati menambahkan pelaksanaan pelatihan sertifikasi profesi  terdiri dari beberapa tahap dengan jumlah peserta 200 orang. Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman mamfaat kompetensi profesi dan pentingnya peningkatan kualitas serta kemampuan profesionalisme SDM industri dalam meningkatkan daya saing.

      Kami juga melibatkan narasumber yang kompeten.dari kepala bidang pelatihan dan produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Drs. AAN Bagawinata. M.M, dan dari LSP Parindo, Indonesia, I Gede Widjana, Jelasnya.

 


Oleh : gadnirep | 15 Agustus 2017 | Dibaca : 140 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Facebook
Twitter