Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Mengenal Lebih Jauh Bahan – Bahan Kosmetik Yang Berbahaya

Oleh : perindag | 06 Agustus 2007 | Dibaca : 1050 Pengunjung

Mengenal Lebih Jauh Bahan – Bahan Kosmetik Yang Berbahaya Saat ini pemerintah gencar – gencarnya untuk menarik produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Kandungan dari kosmetik berbahaya itu, diantaranya merkuri (Hg) / air raksa termasuk logam berat berbahaya yang dapat mengakibatkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi, bahkan secara permanen akan merusak susunan syaraf, otak, ginjal, gangguan perkembangan janin. Sementara penggunaan jangka pendek dalam dosis tinggi, akan mengakibatkan muntah-muntah, diare, kerusakan ginjal, dan menyebabkan kanker. Tretinoin/retinoic acid/asam retinoat termasuk golongan obat keras hingga penggunaannya harus menggunakan resep dokter. Bahaya penggunaan bahan ini dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, serta dapat mengakibatkan cacat pada janin. Kemudian penggunaan hydroquinon yang melebihi batas 2% bisa mengakibatkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar yang menyebabkan kelainan ginjal, kanker darah (leukemia) dan kanker sel hati. Bahan pewarna merah K.10 (rhodamin B) merupakan zat warna sintetis yang umumnya digunakan untuk kertas, tekstil atau tinta. Zat ini bisa mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan, dan menyebabkan kanker. Rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati. Sementara diethylene glycol merupakan racun bagi manusia dan binatang yang dapat menyebabkan depresi sistem syaraf pusat, keracunan pada hati dan gagal ginjal dan pada kasus di beberapa negara mengakibatkan kematian."Untuk melindungi masyarakat dari resiko tersebut dihimbau kepada para produsen, importir, distributor untuk melakukan penarikan produk tersebut dari peredaran dan memusnahkannya. Kepada masyarakat yang terkena resiko akibat mengonsumsi produk-produk tersebut agar segera melaporkannya ke BPOM atau Balai POM di seluruh Indonesia atau ke unit layanan pengaduan konsumen 021-4263333.


Oleh : perindag | 06 Agustus 2007 | Dibaca : 1050 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Foto
Kegiatan Rutin Bapak Angkat oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar
Video
No Video.
Facebook
Twitter